Wednesday, May 6, 2009

Keluh Kesah Seorang Anak Mama

suatu hari, di sebuah supermarket, aku melihat seorang gadis cantik dengan rambut perang. Aku iri hati melihatnya. Dia nampak begitu ceria, dan kuharap aku pun sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia melintasiku - dia tersenyum.

Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh, aku punya dua kaki, dunia ini milikku. (truknya aku)

Aku berhenti untuk membeli surat khabar di pagi hari..seperti ayah lakukan setiap ari nya... Anak laki-laki penjualnya begitu girang.

Aku berbicara padanya. Dia nampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata, “Terima kasih. Hang sudah begitu baik, menyenangkan apabila berbicara dengan orang seperti hang, Lihat saya buta.”

Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh, aku punya dua mata, dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang anak dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu terpikir, “Mengapa dia tidak bermain dengan yang lain ?” Dia memandang ke depan tanpa bersuara,lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar.

Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh, aku punya dua telinga, dunia ini milikku. (terasa semakin x bersyukurnya aku)

Dengan dua kaki untuk membawa aku ke mana saja yang aku mau.
Dengan dua mata untuk memandang matahari terbenam.
Dengan dua telinga untuk mendengar apa yang ingin kudengar.

Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh, terima kasih Tuhan untuk apa yang sudah engkau berikan padaku.

No comments:

Post a Comment

Penglipur Lara